Stok Obat Menipis, Plt Bupati Nganjuk: Setiap Hari Kita Juga Deg-degan gara-gara Oksigen

Rabu, 14 Juli 2021 | 17:24 WIB

Plt Bupati Nganjuk Marhaen DjumadiKOMPAS.COM/USMAN HADI Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi

NGANJUK, KOMPAS.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengakui stok obat untuk pasien Covid-19 menipis.

“Memang saya dapat info juga seperti itu (stok obat untuk pasien Covid-19 di Nganjuk menipis),” kata Marhaen usai meluncurkan mobil layanan vaksinasi keliling, Rabu (14/7/2021).

Untuk mengantisipasi kelangkaan obat, Marhaen berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pusat. Sebab, suplai obat berasal dari pemprov dan pemerintah pusat.

“Kita akan pastikan stoknya seberapa,” jelas dia.

Baca juga: 270 Dokter di Surabaya Terpapar Covid-19, Mahasiswa Kedokteran Diajak Jadi Relawan Kesehatan

Selain persediaan obat yang menipis, Marhaen juga dipusingkan dengan ketersediaan oksigen yang terus berkurang.

Marhaen mengaku deg-degan memikirkan ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19 di Nganjuk.

“Ini juga kita setiap hari deg-degan gara-gara oksigen,” tuturnya.

Menurut Marhean, ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19 amat vital. Ia juga akan membahas masalah pasokan oksigen dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

“Selama ini kita juga kawal terus (ketersediaan) oksigen. Karena oksigen itu adalah makanan pokok mereka yang sakit,” katanya.


 

Sebelumnya, seorang gadis berinisial ID (24) yang dinyatakan positif Covid-19 dan isolasi mandiri, kesulitan mendapatkan obat dari rumah sakit.

ID yang menjalani isolasi mandiri sejak Kamis (8/7/2021), tak mendapat resep dari dokter.

“Awalnya emang enggak ada gejala sekali, makanya enggak dikasih (obat),” kata ID.

Baca juga: Cerita Pasien Covid-19 di Nganjuk Tak Dapat Obat Saat Isoman, Awalnya Tak Alami Gejala

ID baru merasakan gejala setelah dua hari isolasi. Tiba-tiba, kemampuan penciumannya hilang, ia menderita pilek, batuk, dan sesak di bagian dada.

Mengalami kondisi itu, ia berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakan obat.

Namun, dokter menjawab obat di apotek sedang kosong. Dokter di RS menggunakan obat yang diberikan melalui suntikan.


Penulis : Kontributor Nganjuk, Usman Hadi
Editor : Dheri Agriesta