Banjir Landa Gowa, 2.121 Warga Mengungsi, Satu Anak Balita Tewas

Rabu, 23 Januari 2019 | 10:49 WIB

Proses evakuasi warga BTN Sigma Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (22/1/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Proses evakuasi warga BTN Sigma Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (22/1/2019).


GOWA, KOMPAS.com - Luapan Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengakibat 2.121 warga korban banjir mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang disediakan pemerintah, Rabu (23/1/2019).

Dari 13 lokasi pengungsian, jumlah pengungsi terbanyak yakni di Pasar Sungguminasa dengan jumlah 600 pengungsi.

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Makassar dan 6 Kabupaten di Sulsel Diterjang Banjir

Para pengungsi ini masih bertahan dengan bekal seadanya mau pun dari pemberian warga lantaran pihak pemerintah baru menyiapkan dapur umum hari ini.

"Jumlahnya ada dua ribu lebih, dan hari ini kami menyiapkan dapur umum" kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Kabupaten Gowa, Sirajuddin, Rabu.

Sementara, akibat banjir ini, seorang balita dilaporkan tewas setelah berusaha bertahan di atas seng rumah bersama orangtuanya menunggu dievakuasi.

Baca juga: Sungai Jeneberang Meluap, Jembatan Putus, Ratusan Rumah Kebanjiran

Balita malang itu yakni Akram Al Yusran (3), warga BTN Zigma Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

"Akram meninggal kedinginan karena hujan terus mengguyur dan setelah dievakuasi langsung dibawa ke rumah sakit" kata Bupati Gowa Adnan Yasin Limpo.


Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq
Editor : Robertus Belarminus