Serukan Persatuan Nasional, Penyanyi Pop Tibet Dipenjara

Senin, 1 Desember 2014 | 14:10 WIB

Shutterstock Tibet

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang penyanyi populer Tibet dihukum penjara selama empat tahun setelah mengajak warga bersatu dan berbicara dalam bahasa Tibet.

Kalsang Yarphel (39) diadili di Pengadilan Provinsi Sichuan, China, setelah ambil bagian dalam konser yang mendorong bangsa Tibet belajar dan menggunakan bahasa Tibet. Demikian dikabarkan situs berita Phayul.com, Minggu (30/11/2014).

"Pemerintah China menuduh dia menyanyikan lagu bermuatan politik," demikian kabar yang dimuat Phayul.com.

Situs berita itu menambahkan, penata musik yang membantu Kalsang juga tak luput dari hukuman. Sang penata musik dijatuhi vonis dua tahun penjara.

Sejauh ini, tidak begitu jelas jenis kejahatan yang dituduhkan kepada penyanyi berambut gondrong yang dijatuhi vonis pada Kamis (27/11/2014) itu.

Sementara itu, radio Free Asia (RFA), yang mengutip beberapa sumber lokal, mengabarkan, Kalsang dituduh mengorganisasi konser lagu-lagu Tibet yang mengusung tema-tema politik.

Beberapa lagu yang dibawakan Kalsang dalam konser yang digelar pada 2012 itu antara lain "Kita Harus Belajar Bahasa Tibet" dan "Kita Harus Bersatu".

Kalsang, lewat lagu-lagunya, menyerukan agar bangsa Tibet membangun keberanian untuk memikirkan masa depan Tibet. Tema-tema inilah yang dianggap menentang Pemerintah China.


Penulis :
Editor : Ervan Hardoko