Kompas.com
Minggu, 7 Juli 2024

Rayakan Perbedaan

TAG

Covid-19 di Lamongan Meluas, Tidak Hanya di Sidodowo, tapi Juga Menjangkiti Desa-desa Lain

Selasa, 8 Juni 2021 | 17:19 WIB
Ilustrasi virus coronaSHUTTERSTOCK/ker_vii Ilustrasi virus corona

LAMONGAN, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 yang merebak di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur meluas hingga ke desa lain.

Hal tersebut diketahui setelah Satgas penanganan Covid-19 Lamongan gencar melakukan tracing dan testing ke desa lain di Kecamatan Modo.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, ada beberapa desa lain di Kecamatan Modo yang para warganya juga terdeteksi positif terinfeksi corona.

Desa tersebut yakni di Desa Jatipayak, Kedungwaras dan Sambungrejo.

Baca juga: Viral, Video Pria Asal Madura Tantang Duel Petugas, Menolak Dites Swab di Pos Penyekatan Suramadu

Menurut data terakhir yang dimiliki Dinkes Lamongan sampai dengan Senin (7/6/2021) malam, jumlah warga terjangkit Covid-19 terbanyak masih berada di Desa Sidodowo.

Rinciannya, dua orang meninggal dunia, 12 dirawat di rumah sakit, satu isolasi mandiri di rumah sendiri dan dua orang sudah dinyatakan sembuh.

Sementara dari hasil tes swab antigen yang telah dilakukan di Desa Sidodowo, lima orang meninggal dunia, sembilan dirawat di rumah sakit, 157 warga isolasi mandiri di rumah sendiri dan 12 orang sudah dinyatakan sembuh.

Adapun dua orang lainnya meninggal dunia, dengan status belum diketahui lantaran belum dilakukan tes PCR maupun tes swab antigen.

"Tracing dan testing terus kami lakukan, tim serta petugas terus berjuang dan masih di lapangan. Tim medis, ambulance, semua sudah kita siapkan," ujar Kepala Dinkes Lamongan Taufiq Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Pria yang Menolak Tes Swab dan Tantang Duel Petugas di Pos Penyekatan Suramadu Minta Maaf

 

Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Peneliti kembali buktikan efek virus corona pada otak yang dapat menyebabkan efek kognitif, kabut otak hingga kelelahan.(SHUTTERSTOCK/creativeneko)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Peneliti kembali buktikan efek virus corona pada otak yang dapat menyebabkan efek kognitif, kabut otak hingga kelelahan.(SHUTTERSTOCK/creativeneko)
Masih menurut data yang sama, per 7 Juni 2021 malam, dari hasil tes PCR diketahui, dua orang meninggal dunia dan satu dirawat di rumah sakit di Desa Jatipayak.

Setelah dilakukan tracing dengan tes swab antigen, sebanyak satu orang dirawat di rumah sakit dan 20 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kemudian dua orang meninggal dunia dan belum diketahui statusnya karena belum sempat dilakukan tes PCR dan tes swab antigen. Sehingga jumlah total ada sebanyak 26 orang.

Sementara di Desa Kedungwaras, dari hasil tes PCR diketahui satu orang meninggal dunia.

Kemudian dilakukan tracing dengan tes swab antigen, diketahui satu orang dirawat di rumah sakit dan satu lainnya melakukan isolasi di rumah. Total ada tiga orang.

Sedangkan di Desa Sambungrejo, dari hasil tes PCR yang dilakukan terdapat satu warga yang kini sedang dirawat di rumah sakit.

Namun dari hasil dari tracing yang dilakukan belum diketahui, sehingga masih berjumlah satu orang.

"Semoga (jumlah) tidak lagi bertambah. Begitu juga yang meninggal dunia, semoga tidak lagi bertambah," ucap Taufiq.

Baca juga: Menkes Puji Kinerja Khofifah, Eri Cahyadi dan Bupati Bangkalan: Terima Kasih Sudah Kompak Tangani Covid-19

Untuk meminimalkan penularan dan penyebaran Covid-19, Satgas Covid-19 telah melakukan lockdown di Desa Sidodowo sejak beberapa hari lalu.

Selain itu PPKM Mikro juga kembali ditingkatkan ke semua desa lain yang ada di Lamongan, terutama desa-desa yang berada di Kecamatan Modo.

Petugas gabungan juga terus gencar melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, supaya lebih waspada dengan ancaman Covid-19.

Yakni, dengan cara melaksanakan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan.

Page:

Penulis: Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Editor : Pythag Kurniati