Urgensi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipertanyakan

Sabtu, 23 Januari 2016 | 12:29 WIB

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri saat meninjau pembukaan lahan untuk proyek kereta cepat koridor Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung dinilai belum memiliki urgensi. Proyek  pembangunan dengan total investasi  5,5 miliar dollar AS tersebut dinilai terlalu terburu-buru.

"Apakah ini cukup urgensinya di saat ekonomi kita terbatas? Apakah adil pemerintah hanya memerhatikan jarak Jakarta-Bandung, di mana infrastrukturnya sudah sangat memadai?" kata anggota Komisi V DPR RI Epyardi Asda dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2016).

Menurut Epyardi, sewaktu merencanakan proyek kereta cepat, pemerintah seharusnya lebih mempertimbangkan pembangunan di wilayah lain yang lebih membutuhkan perbaikan infrastruktur. Sebut saja, beberapa kawasan seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Epyardi juga mempertanyakan apakah pembangunan itu telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, peningkatan perekonomian masyarakat, serta tidak bertentangan dengan keinginan masyarakat.

Hal serupa juga diutarakan anggota Komisi VI DPR RI Refrizal. Menurut dia, pemerintah sebaiknya melakukan evaluasi ulang sebelum melanjutkan pembangunan. Misalnya, menunda hingga beberapa tahun ke depan.

"Sebaiknya membuat perencanaan matang, misalnya untuk Jakarta- Surabaya, trans Sumatera, Kalimantan dan papua, itu harus diperhatikan sebagai suatu prioritas," kata Refrizal.


Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Egidius Patnistik