Kinerja Kimia Farma Bakal Terdongkrak BPJS

Kamis, 9 Januari 2014 | 10:35 WIB

Achmad Fauzie/KONTAN Ilustrasi Kimia Farma


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman optimistis kinerja perusahaan di 2014 ini kian terdongkrak seiring dengan berjalannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dimulai pada 1 Januari 2014.

"Dengan diterapkannya BPJS ada potensi menaikkan produksi, omzet, dan laba," kata dia di Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Kinerja Kimia Farma terdorong dengan kian banyaknya pasar potensial sebanyak 12.000 yang diperebutkan 240 industri farmasi. Rusdi mengatakan pendapatan Kimia Farma bertambah menyusul semakin banyaknya klinik kesehatan yang dimiliki.

Saat ini Kimia Farma memiliki 200 klinik kesehatan. BUMN yang bergerak di bidang farmasi itu bakal menambah 100 klinik di tahun ini, 30 di antaranya profit sharing klinik swasta.

"Ketiga, kami melakukan efisiensi dengan memasukkan karyawan Kimia Farma dalam BPJS. Sehingga akan ada nilai tambah Rp 50 miliar per tahun," imbuhnya. Sepanjang 2013, omzet Kimia Farma keseluruhan sebesar Rp 4,5 triliun, dengan laba Rp 247 miliar.

Sepanjang 2013, omzet Kimia Farma keseluruhan sebesar Rp 4,5 triliun. Untuk alasan bisnis, Rusdi enggan berbagi target omzet di tahun ini.


Penulis : Estu Suryowati
Editor : Bambang Priyo Jatmiko