Kompas.com
Kamis, 4 Juli 2024

Rayakan Perbedaan

TAG

Ada Temuan Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan 7 Hari di Rumah Saja

Minggu, 13 Juni 2021 | 18:32 WIB
.Shutterstock .

KUDUS, KOMPAS.com - Selain berencana menyediakan tempat isolasi mandiri terpusat, Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan "Tujuh Hari di Rumah Saja" menyusul 28 orang warganya terpapar Covid-19 varian B.1.617.2.

Langkah tersebut juga untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Hartopo menyampaikan, kebijakan satu minggu di rumah saja telah melalui serangkaian pertimbangan yang jelas dengan ditetapkannya  Surat Edaran (SE) nomor 360/1323/04.03/2021.

Baca juga: Ada Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Bakal Buat Tempat Isolasi Terpusat

Gerakan tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai pekan depan yakni pada Senin (14/6/2021) hingga Minggu (20/6/2021).

"Gerakan 7 Hari di Rumah Saja mulai Senin sampai Minggu. Jika perkembangan kasus Covid-19 masih naik ya kita perpanjang. Mudah-mudahan perkembangan baik," kata Hartopo saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/6/2021).

Dalam SE tersebut, selain ada peraturan pembatasan sektor perekonomian, Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus juga ditugaskan untuk melakukan rapid test kepada warga yang membandel.

Sementara itu, Menurut Hartopo, hingga saat ini Pemkab Kudus belum mengantongi informasi  asal muasal Covid-19 varianB.1.617.2 tersebut bisa masuk ke Kabupaten Kudus.

"Virus itu pastinya dibawa orang dan melalui droplet. Apakah dibawa warga dari luar Kudus atau bagaimana, Itu kita belum tahu. Mudah-mudahan semua sembuh dan tak menular ke mana-mana. Jadi ketika diambil sampel lagi ya tidak ada varian baru itu," kata Hartopo.

Baca juga: Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Hartopo pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 mengingat keberadaan virus tidak bisa terdeteksi secara kasat mata.

"Makanya 5 M terapkan dan kurangi mobilitas tinggi dan menjauhi kerumunan," pungkas Hartopo.

Penulis: Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho
Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief