Kompas.com
Minggu, 7 Juli 2024

Rayakan Perbedaan

TAG

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 06:50 WIB
Puluhan petani menghadang dan menurunkan paksa pupuk bersubsidi dari kendaraan pengangkut pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan ke agen dan penjual pupuk. Kamis (22/10/2020).KOMPAS.com/Istimewa Puluhan petani menghadang dan menurunkan paksa pupuk bersubsidi dari kendaraan pengangkut pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan ke agen dan penjual pupuk. Kamis (22/10/2020).

KOMPAS.com - Gara-gara hoaks pupuk langka, sejumlah petani nekat mengadang truk pengangkut pupuk bersubsidi di jalan raya Dusun Klapan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri, peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/10/2020).

Para petani sempat menurunkan pupuk di tepi jalan. Lalu, para petani memaksa membeli pupuk-pupuk yang hendak didistribusikan ke agen dan penjual tersebut.

Baca juga: Termakan Hoaks, Petani Adang Truk Pengangkut Pupuk Bersubsidi

Namun setelah dilakukan mediasi dan dijelaskan tidak ada kelangkaan pupuk, para petani akhirnya mengembalikan pupuk tersebut.

Menurut Yoan, truk yang mengangkut delapan ton pupuk urea itu akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.

“Truk kembali jalan dan situasi terkendali,” terang AKP Yoan saat dihubungi.

Baca juga: Termakan Isu Hoaks, Massa Tangkap 2 Pemuda Kembar yang Hendak Berobat, Dikira Akan Tusuk Ustaz

Bantah ada kelangkaan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban Murtadji mengatakan, tidak ada kelangkaan pupuk di Tuban.

Sehingga dirinya meminta para petani untuk tidak khawatir terkait jatah pupuk bersubsidi.

Dirinya menyebut stok pupuk di Tuban masih 35 persen dan tidak langka.
Murtadji menyampaikan, para petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi prosesnya harus menggunakan kartu tani atau surat rekomendasi dari kelompok tani.

"Pendistribusian pupuk bersubdisi sekarang aturannya sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan kelompok tani," jelasnya.

Baca juga: Tangkal Hoaks Terkait Covid-19, Menkominfo Utamakan Literasi Publik

Page:

Editor : Michael Hangga Wismabrata