Tahun 2016, Kondisi Makroekonomi Indonesia Lebih Baik - Kompas.com
Selasa, 27 September 2022

Kaleidoskop 2016

Kaleidoskop 2016

Simak rangkuman peristiwa, informasi, dan ulasan topik hangat yang terjadi selama tahun 2016..

Tahun 2016, Kondisi Makroekonomi Indonesia Lebih Baik

Kamis, 1 Desember 2016 | 12:44 WIB
KOMPAS.com/SRI LESTARI Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia disela-sela acara yang digelar Bi Institute di Nusa Dua, Senin(26/9/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menyatakan secara makroekonomi, kondisi Indonesia pada tahun 2016 sudah lebih baik. Hal ini apabila dibandingkan dengan periode tahun 2012 hingga 2013 silam.

Mirza menuturkan, Indonesia mengalami siklus ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh antara 6 hingga 6,3 persen. Kemudian, terjadi penurunan harga komoditas dan risiko yang berasal dari bank sentral AS Federal Reserve. “

Periode itu berawal di Mei 2013. Kemudian kami memasuki periode penyesuaian di tahun 2013 sampai 2015,” ungkap Mirza, Kamis (1/12/2016).

Dalam periode tersebut, BI sebagai otoritas moneter harus menunjukkan disiplinnya kepada pasar keuangan. Kemudian, keuangan secara makro pun harus disiplin dan pemerintah juga mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) maupun defisit anggaran.

Selain itu, bank sentral juga berusaha agar defisit transaksi berjalan dapat turun. Adapun penyesuaian secara makro terjadi pada kurs rupiah yang mengikuti fundamentalnya.

“Penyesuaiannya adalah kita harus kembali kepada kurs yang mencerminkan fundamentalnya. Neraca pembayaran kita juga sedang lemah pada saat itu,” jelas Mirza.

Namun demikian, Indonesia bisa melewati periode penyesuaian pada tahun 2013 hingga 2015 dengan selamat.

Memang pada saat yang sama kurs rupiah melemah dari kisaran Rp 10.000 per dollar AS menjadi kisaran Rp 13.000 hingga menembus Rp 14.000 per dollar AS.

“Angka neraca pembayaran kemudian membaik sampai di 2 persen dari PDB pada tahun 2015. Anggaran pemerintah juga berhasil dikendalikan dan utang luar negeri berhasil kita kendalikan,” tutur Mirza.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko