Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: controllers/topikpilihan.php
Line Number: 54

Sejumlah 209 dari 535 industri di kawasan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung JIEP masih memanfaatkan air tanah dari sumur dalam.
Turun atau amblesnya tanah di Jakarta adalah sebuah keniscayaan dari kondisi alamiah batuan penyusun Jakarta.
Meski terjadi penurunan tanah hingga 116 cm di sisi utara Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menghentikan pembangunan fisik.
Selama delapan tahun terakhir, kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, mengalami penurunan muka tanah paling dalam dibanding daerah lain di Jakarta.
Wilayah DKI Jakarta yang terkena intrusi air laut sudah mencapai 10 kilometer dari pantai. Bahkan, beberapa disebutkan telah mencapai Monas.
Keterbatasan Jakarta mendapatkan air baku untuk diolah menjadi air bersih sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan air laut yang melimpah.
Untuk mengurangi laju penurunan permukaan tanah Jakarta, penggunaan air bawah tanah harus dikurangi dan jika bisa dihentikan secara total.
Eksploitasi air tanah berlebihan di Jakarta tak hanya menyebabkan turunnya permukaan tanah, tetapi juga intrusi air laut yang makin jauh ke darat.
Setelah badan Jalan RE Martadinata ambles, pelataran dermaga A pada pelabuhan pasar ikan Muara Angke juga mengalami penurunan sampai 20 cm.
Selain menghadapi turunnya permukaan tanah, Jakarta juga menghadapi persoalan naiknya permukaan laut.
Penurunan permukaan tanah di Jakarta terjadi terutama akibat penyedotan air tanah secara berlebihan, sedangkan ruang terbuka hijau makin terbatas.
Penurunan permukaan tanah di Jakarta semakin luas akibat intensifnya pembangunan fisik disertai penyedotan air tanah secara tak terkendali.
Amblesnya sebagian badan Jalan RE Martadinata di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak disebabkan adanya abrasi air laut yang menggerus tanah.