Din Syamsuddin secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015 dalam Muktamar di Yogyakarta, Rabu 7/7/2010.
Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 di urutan teratas, diikuti Muhammad Muqodas, Malik Fadjar, dan Haedar Nashir pada pemilihan 13 anggota pimpinan pusat organisasi ini
Muhammadiyah menganut politik bebas aktif, tetapi tetap menjaga netralitas di antara partai politik sehingga para kadernya dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang tersebar di sejumlah partai di Tanah Air.
Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menilai, tidak dilibatkannya perempuan dalam pemilihan pimpinan pusat Muhammadiyah menunjukkan adanya gejala kemunduran