Boediono menggunakan gambaran krisis pada tahun 1997-1998 untuk menggambarkan krisis pada tahun 2008 dan kekhawatiran kembali terjadinya dampak sistemik pada perbankan nasional jika membiarkan salah satu bank bangkrut.
Selasa, 22 Desember 2009 | 15:56 WIB | Loading data..
Pada bulan Oktober 2008, bank-bank BUMN besar meminta injeksi likuiditas hingga Rp 15 triliun dari pemerintah untuk menutup kekurangan likuiditas mereka. Namun, yang paling menderita adalah bank-bank menengah dan kecil.
Selasa, 22 Desember 2009 | 15:50 WIB | Loading data..
Alasan yang berulang kali dilontarkan Boediono, situasi krisis ekonomi global pada akhir tahun 2008 menjadi faktor utama melakukan penyelamatan terhadap bank milik Robert Tantular itu.
Selasa, 22 Desember 2009 | 14:52 WIB | Loading data..