Sejarah

Sumbangan Mantan Petenis dan Pecatur

PIALA Thomas merupakan turnamen paling bergengsi di ajang bulu tangkis beregu putra. Penghargaan ini berawal dari inisiatif Sir George Alan Thomas yang menyumbang piala tersebut untuk kejuaraan bulu tangkis internasional beregu putra.

Sebenarnya, Sir George Alan Thomas adalah seorang petenis dan pecatur. Namun, dia mengubah haluan untuk terjun ke dunia bulutangkis.

Setelah "bosan" menekuni dua olahraga tersebut, Thomas pindah haluan ke olahraga tepok bulu. Dia menjadi pebulu tangkis tersukses di All England Open Badminton Championships dengan 21 gelar pada rentang waktu 1906-1928.

Dari total jumlah itu, empat titel didapatkan pada tunggal putra, sembilan dari ganda putra, dan delapan di antaranya ia dapatkan pada ganda campuran. Thomas juga merupakan presiden pertama di IBF (International Badminton Federation).

Setelah gantung raket, Thomas ingin memberikan sesuatu yang lebih berarti bagi dunia bulu tangkis. Karena itu, dia memprakarsai dimulainya Piala Thomas pada tahun 1949. Turnamen ini menjadi sebuah kompetisi kejuaraan tim putra yang diperebutkan atlet dunia--mirip dengan Piala Davis di tenis.

Awalnya, Piala Thomas diperebutkan setiap tiga tahun sekali. Akan tetapi, sejak tahun 1982, kejuaraan internasional beregu putra itu diselenggarakan setiap dua tahun.

Piala yang diperebutkan di ajang ini dibuat oleh pengrajin perak bernama Atkin Bros yang hidup di London. Piala setinggi 28 inci itu terdiri dari pilar, mangkuk, dan penutup mangkuk. Di atas penutup mangkuk terdapat model pemain bulu tangkis. Di balik mangkuk dan pilarnya, terdapat nama pemenang.

Dari tahun 1949 hingga 2008, Indonesia tercatat telah merebut Piala Thomas sebanyak 13 kali (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002). Pada tahun 1994, Piala Uber dan Thomas berhasil dikawinkan Indonesia.

Tahun 2008, Indonesia yang menjadi tuan rumah gagal mewujudkan impiannya untuk membawa pulang piala tersebut. Perjuangan pasukan Merah Putih di hadapan publiknya tak berbuah manis, karena langkahnya terjegal di semifinal setelah menyerah dari Korea Selatan. Tahun tersebut, China lagi-lagi menunjukkan superioritasnya dengan kembali membawa pulang trofi itu ke negaranya setelah menaklukkan Korsel di final.

Dua tahun berselang di Kuala Lumpur, Indonesia sempat memiliki asa untuk membawa pulang trofi yang tak pernah digenggam lagi sejak delapan tahun silam setelah berhasil melangkah ke final. Sayang, usaha keras para pemain tak membuahkan hasil menggembirakan, karena China lagi-lagi menjadi penjegal setelah menang telak 3-0.

Kini, kesempatan itu datang lagi karena tim Piala Thomas Indonesia berhasil melewati babak kualifikasi untuk maju ke babak utama di Wuhan, China, 20-27 Mei 2012. Peluang untuk mengakhiri paceklik gelar tetap ada meskipun pasti sangat sulit untuk mewujudkan, apalagi China, yang "baru" 8 kali jadi juara bermain di hadapan publik sendiri. Tekad untuk terus mengejar prestasi Indonesia membuat "Negeri Tirai Bambu" tersebut bakal tampil all-out untuk pertahankan gelar yang terus berada di genggamannya sejak 2004.

Namun, Indonesia harus tetap semangat. Apapun rintangannya, tetapi dengan tekad, semangat, dan perjuangan tanpa kenal menyerah, membuat hambatan itu pasti bisa dilalui. Semoga!

Muncul Karena "Cemburu" Kepada Piala Thomas

JIKA putra punya kejuaraan bulu tangkis beregu yang namanya Piala Thomas, maka di sektor putri juga ada turnamen bergengsi yang disebut Piala Uber. Ide untuk mengadakan turnamen tersebut muncul karena mereka (putri) "cemburu" dengan apa yang sudah terjadi pada sektor putra.

Adalah Betty Uber yang menjadi pemrakarsa munculnya kejuaraan beregu putri ini setelah mereka lama hanya jadi penonton setia. Betty, pebulu tangkis wanita asal Inggris, yang mendonasikan trofi tersebut, untuk diperebutkan para pemain wanita.

Seperti halnya Piala Thomas, awalnya Piala Uber juga diadakan setiap tiga tahun sekali. Tetapi sejak tahun 1984, turnamen tersebut diadakan setiap dua tahun sekali dan diselenggarakan bersamaan dengan Piala Thomas (waktu dan tempatnya), yang dimulai lebih awal pada tahun 1949.

Hingga saat ini, Piala Uber sudah diperebutkan sebanyak 21 kali. Namun dari perjalanan tersebut, hanya empat negara yang mendominasi dan pernah menjadi juara, yakni China, Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia.

China yang paling sering menjadi juara. Tim "Negeri Tirai Bambu" itu sudah 11 kali menggenggam trofi tersebut (1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008), bahkan dalam enam perhelatan terakhir mereka tidak bisa ditandingi oleh negara mana pun.

Bagaimana dengan Indonesia? Prestasi para srikandi Tanah Air di ajang ini tak seperti di Piala Thomas. Putri-putri Indonesia baru tiga kali menjadi juara, yakni pada tahun 1975/76, 1994 dan 1996--bandingkan dengan Piala Thomas di mana Indonesia sudah 13 kali menjadi juara.

Pada 2008 ketika Piala Uber dihelat di Tanah Air, Indonesia sempat menguak harapan untuk merampasnya dari genggaman China karena berhasil menembus final. Sayang, perjuangan keras plus dukungan suporter fanatik yang memadati Istora Senayan, Jakarta, tak mampu menembus dan meruntuhkan tembok China, yang kembali menjadi juara.

Dua tahun berselang di Malaysia, langkah tim putri Indonesia terhenti di semifinal. Setelah tampil meyakinkan selama penyisihan grup di mana menang 5-0 atas Australia dan Denmark, Indonesia pun sukses menggulingkan Malaysia 3-0 di perempat final. Tetapi di babak empat besar, China menjadi batu sandungan karena Indonesia dijegal 0-3. China pun akhirnya gagal mempertahankan gelar karena di final kalah 1-3 dari Korea Selatan.

Nah, pada perhelatan tahun 2012 di Wuhan, China, 20-27 Mei, tim Piala Uber Indonesia tampaknya harus lebih realistis. Target untuk menjadi juara mungkin masih terlalu tinggi mengingat prestasi para srikandi sangat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, Indonesia lolos ke Wuhan melalui babak playoff setelah hanya berada di urutan kelima pada kualifikasi zona Asia.

Dengan status underdog, Indonesia tak perlu berkecil hati. Semangat tinggi dan pantang menyerah harus tetap terpancang di dada, sehingga bisa membuat kejutan.

JADWAL PERTANDINGAN

THOMAS CUP

Selengkapnya

Jerman vs Korea Selatan

Rabu, 23 Mei 2012

Jepang vs Indonesia

Rabu, 23 Mei 2012

UBER CUP

Selengkapnya

Korea Selatan vs Jerman

Selasa, 22 Mei 2012

Taiwan vs Thailand

Selasa, 22 Mei 2012

HASIL PERTANDINGAN

THOMAS CUP

Selengkapnya

Jerman vs Korea Selatan

0-0

Jepang vs Indonesia

0-0

China vs Indonesia

5-0

Denmark vs Malaysia

3-2

UBER CUP

Selengkapnya

Korea Selatan vs Jerman

5-0

Taiwan vs Thailand

3-2

China vs Indonesia

5-0

Jepang vs Denmark

3-2