Bidik Segmen Baru, Clevelend Indonesia di Atas Angin

Minggu, 12 Oktober 2014 | 13:00 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Segmen baru biker penggemar tampang klasik diperkenalkan Cleveland Indonesia.

Yogyakarta, KompasOtomotif – Sebagai merek baru, Cleveland CycleWerks (CCW) langsung menyerang segmen penting. Merek asal Amerika Serikat (AS) ini ada di area unik, mengandalkan sepeda motor bertampang kustom dengan kapasitas mesin sedang.

Lebih tepatnya, merek ini menjanjikan kentalnya nuansa klasik untuk memfasilitasi biker saat ini sedang tren memodifikasi sepeda motor dengan aliran klasik seperti café racer, atau chopper dengan rangka rigid. Cleveland dari lahir sudah bertampang kustom dan mudah dirombak lagi.

Dhani M Yahya, CEO CCW Indonesia menjelaskan, merek ini adalah keindahan sepeda motor dengan harga terjangkau, memenuhi gaya hidup biker kalangan tertentu. Teknologinya tidak rumit, menggunakan tipe mesin silinder tunggal dengan karburator.

”Kami membuka segmen baru di Indonesia. Sepeda motor 250cc di rentang harga Rp 50-60 jutaan, tidak ada yang seperti ini. Orang yang menginginkan model café racer misalnya, atau klasik dengan rangka rigid, larinya ke builder,” terang Dhani.

Ditambahkan, builder yang saat ini berkembang sangat banyak ternyata masih tidak bisa menampung semua keinginan. Rata-rata dalam sebulan sanggup mengerjakan lima sepeda motor, dan masih banyak pengantre yang tak mau menunggu lama.

Target penjualan
Dari enam model yang meluncur, tiga model 250cc menjadi andalan utama. Ace Deluxe dengan banderol Rp 45 juta, Ace Café Rp 47 juta, dan Heist Rp 50 juta. Ketiganya menawarkan tampang klasik dengan aliran berbeda, klasik sport, café racer, dan chopper rigid.

Dhani dengan tegas mengatakan bahwa target yang dicanangkan dalam setahun mencapai 1.000 unit. Angka yang cukup fantastis untuk merek baru dengan konsumen yang terbatas. Meski demikian, target tersebut dirasa cukup realistis karena sangat banyak penyuka sepeda motor klasik yang hasratnya belum tersalurkan.

Penulis : Donny Apriliananda
Editor : Azwar Ferdian