Jumat, 19 Desember 2014
Selamat Datang   |      |  
» Home

1.625 Pengungsi Merapi, Pulang
Rabu, 17 November 2010 | 17:21 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Puluhan anak-anak pengungsi korban letusan Gunung Merapi bermain bersama dipandu relawan-relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di sekitar barak pengungsian Desa Dompol, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (30/10/2010). Dampak letusan Merapi membuat ratusan anak-anak turut mengungsi dan tidak dapat bersekolah.

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Sebanyak 1.625 orang pengungsi letusan Gunung Merapi yang sebelumnya mengungsi di sejumlah tempat pengungsian kecamatan dan rumah warga di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai meninggalkan pengungsian.

"Pengungsi letusan Gunung Merapi mulai terlihat meninggalkan pos-pos pengungsian sejak Minggu sampai hari ini tercatat sebanyak 1.625 orang dari 11.714 pengungsi yang berada di luar Posko Induk Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Rest Area Bunder," kata Kabag Humas Pemkab Gunung Kidul, Azis Shaleh, Rabu (17/11/2010).

Dia mengatakan untuk pengungsi yang berada di Posko Induk Pemkab Gunung Kidul di Rest Area Bunder malah bertambah dari sebanyak 730 orang menjadi 747 orang.

Azis mengatakan pengungsi yang memilih pulang kampung tersebut merupakan pengungsi yang tinggal di rumah-rumah warga dan posko-posko pengungsian yang disediakan pihak pemerintah kecamatan.

"Mereka kebanyakan yang berada di rumah-rumah warga dan pokso pengungsian di Kecamatan Patuk, Karangmojo dan Playen," katanya.

Dia mengatakan, dirinya kurang mengetahui persis alasan para pengungsi tersebut memilih pulang kampung.

"Pengungsi mungkin sudah merasa aman berada di kampung halamannya dengan mendengar adanya pengurangan status zona berbahaya Merapi sehingga memilih pulang dan merayakan Idul Adha di desa masing-masing," katanya.

Menurut Azis, pengungsi yang pulang kampung tersebut sudah meminta izin kepada koordinator atau relawan posko pengungsian di tiap-tiap kecamatan.

"Pengungsi yang meninggalkan pos pengungsian katanya sudah meminta izin kepada petugas posko di kecamatan, namun sebenarnya kami mengharapkan mereka untuk tetap tinggal di pos-pos pengungsian terdekat dengan rumah mereka sampai kondisi Gunung Merapi benar-benar dinyatakan aman," katanya.

Salah satu pengungsi yang merupakan Kepala Dukuh Batur, Kepohjari, Cangkringan, Tugiman, mengatakan masih memilih bertahan di posko pengungsian Bunder sampai ada pernyatan resmi tentang kondisi aman status Gunung Merapi.

"Kami sudah sering berpindah-pindah tempat pengungsian sehingga kami tetap memilih untuk berada di sini yang letaknya jauh dari Gunung Merapi sampai nanti ada pernyataan resmi dari Pemerintah terkait status aman Gunung Merapi dan kami diperbolehkan pulang," katanya.

Editor: Benny N Joewono   |   ANT
Sumber :
Loading...
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.