Selasa, 18 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Jumat, 14 Mei 2010 | 19:44 WIB
UT Hadir di Lokasi-lokasi Transmigrasi
KOMPAS/IMAM PRIHADIYOKO
Ilustrasi: Kemenakertrans direncanakan akan menandatangani MoU dengan Universitas Terbuka pada Juni mendatang tentang layanan pendidikan di perguruan tinggi bagi warga transmigrasi di seluruh Indonesia melalui program kuliah jarak jauh di UT.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Para transmigran di 44 Kota Tepadu Mandiri (KTM) dan berbagai lokasi transmigrasi di seluruh Indonesia sebentar lagi akan bisa kuliah di Universitas Terbuka (UT) sebagai langkah kerja sama antara Kemenakertrans dan UT.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Djoko Sidik Pramono dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat (14/5/2010), mengatakan bahwa hal tersebut bisa dilakukan karena pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Universitas Terbuka.

Kemenakertrans direncanakan akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Terbuka pada Juni mendatang tentang layanan pendidikan di perguruan tinggi bagi warga transmigrasi di seluruh Indonesia melalui program kuliah jarak jauh di UT.

Dirjen P2MKT menjelaskan, pihaknya seminggu yang lalu telah mengadakan pertemuan intensif dengan Rektor UT Tian Belawati untuk membahas draf MoU mengenai layanan pendidikan bagi transmigran di seluruh Indonesia melalui program kuliah jarak jauh di UT.

"Nantinya, setelah MoU dengan UT ditandatangani oleh Menakertrans pada bulan Juni, di setiap KTM yang tersebar di Indonesia akan ada UT yang khusus disediakan bagi warga transmigran yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi," kata Djoko.

Di setiap KTM akan ada UT yang khusus disediakan bagi warga transmigran yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
-- Djoko Sidik Pramono

Penulis: LTF   |   Editor: latief   |   Sumber : ANT Loading...
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Sebelum mengirim putra atau putri belajar ke Australia, ada satu hal yang perlu dipertimbangkan secara matang, yaitu keuangan. Ini tipsnya! read more