Pelabuhannya Mau Dikelola Pelindo II, Ini Jawaban Kepala BP Batam - Kompas.com
Jumat, 17 Mei 2024

Kaleidoskop 2016

Kaleidoskop 2016

Simak rangkuman peristiwa, informasi, dan ulasan topik hangat yang terjadi selama tahun 2016..

Pelabuhannya Mau Dikelola Pelindo II, Ini Jawaban Kepala BP Batam

Senin, 19 September 2016 | 19:15 WIB
Estu Suryowati/KOMPAS.com Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro usai penandatanganan MoU izin KILK untuk kilang TDAE di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (19/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro mengatakan pihaknya terbuka pada investor mana pun yang berencana bekerja sama untuk pengelolaan pelabuhan Batam, termasuk Pelindo II atau Indonesia Port Corporation II (IPC).

Hatanto mengakui, saat ini operasional pelabuhan Batam belum bisa memberikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang optimal.

Dermaga pelabuhan Batam pada awal tahun ini memang tengah diperluas sehingga bisa menampung kapasitas hingga 2 juta TEUs (peti kemas 20 kaki), dengan panjang dermaga mencapai 600 meter.

Hatanto menyampaikan rata-rata PNBP yang dihasilkan dari operasional pelabuhan Batam hanya sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar. Sangat kecil dibandingkan potensinya yang mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun.

“Kalau buat BP Batam sekarang, yang kami cari adalah siapa pun yang bisa membawa optimal itu. Mau itu Pelindo ataupun siapapun perusahaan yang bisa membawa optimal buat negara,” kata Hatanto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Hatanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pelindo II. Namun ia enggan membeberkan bentuk kerja sama yang ditawarkan Pelindo II, apakah sewa aset, revenue sharing, ataukah kerja sama operasi (KSO).

Selain Pelindo II, Hatanto menyampaikan ada salah satu perusahaan di bidang kepelabuhanan asal Dubai yang juga melirik pelabuhan Batam.

Akuisisi Pelabuhan

Sebagai informasi, Pelindo II melirik empat pelabuhan untuk diakuisisi, yaitu Pelabuhan Sintete, Tanjung Batu, Linau, dan Pelabuhan Batam.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji pengembangan pelabuhan dan kebutuhan anggaran.

Akuisisi pelabuhan UPT milik Kemenhub ini merupakan salah satu aksi korporasi prioritas dalam waktu dekat.

"Harapannya bisa diakuisisi 2017, empat pelabuhan pada tahap pertama," ucap Elvyn di kantor IPC Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (27/8/2016).

(Baca: Ini Pelabuhan UPT Kemenhub yang Dilirik Pelindo II)

Kompas TV Kapasitas Tanjung Priok Baru Saingi Singapura



Penulis: Estu Suryowati
Editor : Aprillia Ika