Gesits Tambah “Bekingan” Dua Universitas - Kompas.com
Selasa, 9 Juli 2024

Kaleidoskop 2016

Kaleidoskop 2016

Simak rangkuman peristiwa, informasi, dan ulasan topik hangat yang terjadi selama tahun 2016..

Gesits Tambah “Bekingan” Dua Universitas

Rabu, 29 Juni 2016 | 09:02 WIB
Wisnu Guntoro Adi Muhammad Al Abdullah, CEO Garansindo tengah ikut tes prototipe Gesits di Kampus ITS, Surabaya, Selasa (3/5/3016).

Jakarta, KompasOtomotif – Proyek sepeda motor listrik Gesits, sudah dikerjakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama dengan PT Garansindo Inter Global sejak tahun lalu. Meski sempat ada masalah, prototipe akhirnya resmi diperkenalkan di Kampus ITS, Surabaya, Selasa (3/5/2016).

Saat ditemui dalam acara buka bersama, Selasa (28/6/2016), Muhammad Al Abdullah, CEO Grup Garansindo menyampaikan kabar terbaru dari proyek ini. Memet mengutarakan kalau Gesits nantinya akan mendapat tambahan dukungan dua Perguruan Tinggi, khususnya terkait dengan pengembangan teknologi.

Baca juga : Ramah Lingkungan, Gesits Diyakini Motor Masa Depan

“Saya katakan di sini, sesuai dengan arahan presiden dan para menteri, kami akan bekerja sama dengan dua universitas lagi selain dari ITS. Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) akan kami lakukan setelah Lebaran,” ucap Al.

Ghulam/Otomania Konsep sepeda motor listrik kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan PT Garansindo Inter Global di IIMS 2015.

Al melanjutkan, masing-masing universitas akan memberikan kontribusi, terkait dengan pengembangan sel baterai dan daur ulang (recycle) baterai. Khusus untuk sel baterai sendiri, Gesits saat ini masih membeli dari perusahaan yang sudah ada (impor).

Sementara untuk recycle baterai, ini jadi satu solusi penting untuk mengatasi limbah baterai, yang sampai sekarang terus dipertanyakan. Setelah umur baterai habis (kemampuan selnya hilang), maka dengan teknik recycle tersebut, baterai bisa kembali dipergunakan, walaupun saat ini baru bisa sampai 90 persen.

“Kami belum bisa memberitahukan nama unversitasnya. Pastinya, ketika semua berhasil dilakukan, maka Gesit akan benar-benar bisa disebut 100 persen asli Indonesia, mulai dari teknologi sampai komponennya. Ini juga akan menepis banyak keraguan, kami menemukan solusi dan dukungan baru ini, ” ujar Al.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan