Cemas Menanti Honda CBR250RR Dua Silinder - Kompas.com
Senin, 8 Juli 2024

Kaleidoskop 2016

Kaleidoskop 2016

Simak rangkuman peristiwa, informasi, dan ulasan topik hangat yang terjadi selama tahun 2016..

Cemas Menanti Honda CBR250RR Dua Silinder

Rabu, 10 Februari 2016 | 09:21 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Honda Light Weight Super Sport Concept di Tokyo Motor Show 2015.

London, KompasOtomotif – Masih ingat Light Weight Super Sports Concept yang ditampilkan di ajang Tokyo Motor Show tahun lalu? Semua orang ”menuduh” kalau konsep tersebut adalah cikal-bakal Honda CBR250RR terbaru yang rumornya mulai diproduksi Agustus tahun ini.

Banyak rumor beredar di berbagai negara, yang menunjukkan rasa penasaran dan hara-harap cemas, seperti apa model ini nanti. Tak terkecuali di Eropa, yang menduga kuat bahwa model ini akan naik kelas saat dipasarkan di sana, sama seperti saat CBR300R dipasarkan untuk mengganti CBR250R.

Seperti dilansir Visordown, (8/2/2016), sepeda motor terbaru ini dinantikan kehadirannya. Rasa penasaran terhadap sport Honda 2-silinder pararel itu sangat besar, terutama gosip yang menyatakan bahwa sepeda motor ini akan mengusung spesifikasi dengan teknologi tinggi.

Sama seperti rival terdekat, Yamaha R3, versi Eropa Honda CBR250RR kemungkinan dinaikkan kapasitas mesinnya. Malah ada yang bilang sampai 350 cc, demi mengejar pencapaian tenaga yang lebih besar, tapi tetap masuk kategori ringan.

Sampai saat ini, KompasOtomotif tetap meyakini ucapan salah satu sumber internal yang mengatakan bahwa Honda CBR250RR akan diproduksi di Indonesia. Negara ini akan menjadi basis produksi, sama seperti yang dilakukan Yamaha untuk R25 dan R3.

Di Eropa, seharusnya paketnya lebih lengkap. Termasuk disertakannya mode berkendara yang lebih banyak, atau mungkin kontrol traksi, mengingat sepeda motor berkapasitas kecil pun akan tergelincir kalau licin dan tidak berhati-hati.

Jika produksi benar dilakukan Agustus, lalu spesifikasi untuk Eropa bakal menjadi model 2017 dan diproduksi setelahnya.

Penulis: Donny Apriliananda
Editor : Agung Kurniawan