Hamil Setelah Keguguran, Ini yang Perlu Diperhatikan - Kompas.com
Senin, 20 Mei 2024

Kaleidoskop 2016

Kaleidoskop 2016

Simak rangkuman peristiwa, informasi, dan ulasan topik hangat yang terjadi selama tahun 2016..

Hamil Setelah Keguguran, Ini yang Perlu Diperhatikan

Jumat, 2 Mei 2014 | 10:20 WIB
Shutterstock Ilustrasi

 


KOMPAS.com -
Keguguran merupakan mimpi buruk bagi setiap wanita yang mendambakan momongan, apalagi jika keguguran terjadi lebih dari sekali.

Henry Lerner, MD, penulis buku Miscarriage: Why It Happens and How Best to Reduce Your Risks, mengatakan, keguguran tidak memengaruhi kemampuan perempuan untuk hamil. Sehingga tidak perlu khawatir untuk mencoba program kehamilan kembali setelah mengalami keguguran.

Namun sebagian wanita mungkin khawatir mengalami hal yang sama jika mereka kembali hamil. Untuk menentukan aman atau tidaknya kehamilan, yang perlu diperhatikan adalah kondisi wanita sebelum memulai kembali program kehamilan.

Kondisi setiap wanita tentu berbeda, namun ada faktor-faktor yang bisa membantu Anda mengenali risiko kehamilan yang akan dijalani.

1. Penyebab keguguran
Mengetahui penyebab keguguran membantu langkah dan terapi yang harus dilakukan sebelum mempersiapkan kehamilan selanjutnya. Hamil tanpa menjalani terapi penyebab keguguran hanya akan meningkatkan risiko keguguran lainnya.

2. Saran medis
Banyak fasilitas kesehatan yang dapat membantu mendiagnosis alasan keguguran, sehingga penting bagi wanita yang mengalami keguguran untuk meminta saran pada dokter sebelum memulai program kehamilan.

3. Tingkat kebugaran
Kebugaran fisik merupakan faktor penting yang menentukan aman atau tidaknya menjadi hamil kembali. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan tingkat kebugaran tubuh.

4. Jumlah keguguran
Mengetahui frekuensi keguguran juga termasuk faktor penting yang menentukan keamanan kehamilan setelah keguguran. Jika mengalami dua keguguran pada trimester yang sama, kemungkinan untuk mengalami hal yang sama kembali semakin besar.

5. Ketahui komplikasi
Saat ragu-ragu memulai program kehamilan, mengetahui komplikasi yang mungkin terjadi bisa jadi solusi. Risiko komplikasi, seperti pendarahan atau plasenta previa, wajib diketahui agar kehamilan berjalan sehat.

Penulis: Unoviana Kartika
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Boldsky