Luxio Quartett, MPV Urban Kompak Semewah Alphard

  • pic1
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Konsep ini diberi nama Quartett karena tempat duduknya cuma empat.
  • pic2
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Detailing sangat diperhatikan, termasuk lekuikan garis yang mengesankan desain tiga dimensi.
  • pic3
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    in-car entertainment naik kelas dengan instalasi audio menggunakan sistem operasi android.
  • pic4
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Jok mewah, nuansanya hitam dengan ambience lighting membuat berada di kabin terasa rileks.

TERKAIT

Jakarta, KompasOtomotif City car? Ya, begitulah Mark Yoshua Wijaya, Senior Styling Designer PT Astra Daihatsu Motor, menyebut konsep ubahan Daihatsu Luxio racikannya. Bagi desainer Ayla-Agya itu, city car tak harus hatchback dan kecil. City car adalah mobil yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan dalam arti luas.

”Bisa saya bilang, konsep Luxio Quartett ini adalah The Biggest City Car. Ditujukan untuk pebisnis yang membutuhkan mobil pribadi untuk mendukung aktivitasnya selama di perjalanan. Nggak semua orang lo suka Alphard, bisa karena kegedean. Berangkat dari situlah saya meramu konsep Luxio ini,” terang lulusan Desain Produk ITS angkatan 1998 itu.

Mark pun bercerita, inilah generasi baru city car yang bukan mainstream. Dengan mengombinasikan kebutuhan penyuka hatchback dan kemewahan MPV besar, Luxio Quartett menyediakan hanya dua tempat duduk di belakang. Ukurannya besar, dan berlapis kulit mewah, nyaman diduduki. Juga ditambahkan sandaran tangan di dinding.

Android
Penumpang juga akan dimanja dengan in-car infotainment canggih. Monitor tambahan dipasang di atap. Beberapa speaker premium diinstal di beberapa bagian, antara lantai (di depan kursi penumpang) dan pintu untuk memanjakan telinga dan menenangkan pikiran. Suasana jadi semakin rileks dengan pemasangan ambience lighting di sekeliling kabin.

Audio MPV ini dioperasikan dengan sistem operasi android. Alhasil, selain bisa memainkan musik dan menayangkan film, juga bisa dimanfaatkan sebagai hot spot dan GPS. AC diganti dengan tipe climate control. Hampir semua bagian kabin dikelir hitam untuk menciptakan kesan mewah dan eksklusif. 

Eksterior
Luxio is Luxio, sepintas mudah dikenal. Namun untuk membuat MPV ini tampil elegan, perlu sentuhan cerdas. Mark melakukannya dengan tepat, membuat Luxio yang boxy semakin kece dan tampak kompak. Bagian atap (talang air ke atas) diwarnai hitam, mengikuti kaca.

Bagian depan kini tidak  lagi monoton dengan garis lurus. Mark memanfaatkan garis bodi samping untuk ditekuk ke bawah ketika sudah sampai di depan. Lubang angin diubah, dengan menciptakan permukaan melintir (twisting surface dalam bahasa desain) membuat kesan 3D kentara,

Dari samping, Luxio Quartett tampak agak ceper dengan memasang body kits. Muffler belakang diintegrasikan dengan bodi, dan plus spoiler yang sedikit melengkung. Lampu-lampu diganti total dengan desain prototipe yang belum dipasarkan. Lampu depan diganti dengan tipe proyektor dengan aksen hitam.

“Kalau dilihat sepintas, kayak Luxio pintar sedang pakai kacamata. Daytime Running Light di bawah mempertegas kesan pintarnya,” jelas Mark.

Dengan sosok tersebut Luxio Quartett diminati banyak orang. Meski belum ada rencana menjualnya, kreativitas Mark ternyata menaikkan derajat Luxio ke tingkat yang lebih tinggi. Tak kalah penting, juga makin disukai!.

Gallery