Toyota Prius C, Hybrid Berjiwa Muda

  • pic1
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Toyota Prius C mulai diperkenalkan PT Toyota Astra Motor, memanfaatkan gelaran IIMS 2012.
  • pic2
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Desainnya diklaim berjiwa muda, dengan dimensi yang lebih kecil dan model yang atraktif serta dinamis.
  • pic3
    Sumber : - | Author : donny apriliananda
    Interior Prius C didesain lebih atraktif dibanding Prius generasi III

Jakarta, KompasOtomotif – PT Toyota Astra Motor (TAM) memboyong Prius C , mobil hybrid generasi baru dengan tampang yang diklaim lebih berjiwa muda. Tak hanya dipajang di IIMS 2012, TAM berencana menjualnya dalam waktu dekat, melengkapi jajaran produk line up ramah lingkungan yang sudah dipernah dipasarkan, Prius Generasi III dan dan Camry Hybrid.

General Manager Technical Service Division TAM Dadi Hendriadi, menyebut bahwa Toyota ingin selalu menjadi true friend, dan salah satu perwujudannya adalah teknologi hybrid. "Bahan bakar semakin langka sekaligus mahal. Dan yang mencengangkan adalah 24 persen emisi global berasal dari kendaraan," ujarnya dalam konferensi pers Prius C, hari ini (24/9) di IIMS.

Konsep eco-fun sangat diperhatikan Toyota untuk mengembangkan Prius C. Desain yang lebih dinamis dan kompak diharapkan mampu menarik perhatian generasi muda yang peduli dengan lingkungan. Paling tidak, bagian depannya dibuat lebih sporty bila dibandingkan dengan Prius generasi sebelumnya.

Jika diukur, dimensi Prius C sebanding dengan Toyota Yaris. Paling mencolok adalah gril berdesain trapezoidal, dilengkapi empat buah lampu utama halogen projector. Menambah kesan dinamis, ada tambahan handle pintu wireless, rumah spion yang bisa dilipat dan terdapat lampu sein, spoiler dan antena kecil di belakang.

Perbedaannya dengan Prius generasi-III adalah kapasitas silinder. Prius C mengusung mesin bensin 1.500 cc, sedangkan Prius generasi-III 1.800 cc. Prinsip kerja masih sama dengan mobil hybrid lainnya, kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik yang saling mengisi.

Konsumsi bahan bakarnya 35 km per liter setelah uji coba di Jepang. Kalau dipakai di daerah macet seperti Jakarta, konsumsi bbm bertambah menjadi 25 km per liter. Emisi gas buang sangat kec il, dengan kandungan CO2 77 gram per km, jauh di bawah mobil-mobil 1.500 cc lainnya, 110 gram per km.

Belum ada harga pasti, namun Dedi memberi patokan sekitar Rp 400 jutaan.

Gallery