GRAMMY AWARDS 2011
Kapal Feri Ujung-Kamal Beroperasi Normal Selama 3 Bulan
Senin, 25 Mei 2009 | 20:08 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pengusaha angkutan feri tetap mempertahankan usaha penyeberangan Ujung-Kamal dalam satu hingga tiga bulan pascapengoperasian Jembatan Suramadu yang direncanakan tiga minggu lagi. Dalam satu hingga tiga bulan pascapengoperasian Suramadu, operator penyeberangan baru akan menentukan besaran jumlah armada feri yang tetap dipertahankan di penyeberangan Ujung-Kamal.

Demikian diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur Bambang Harjo S, Senin (25/5) di Surabaya. "Hasil pembicaraan antara kami, pemerintah provinsi dan pusat memutuskan, angkutan penyeberangan akan tetap eksis. Sehingga masyarakat memiliki dua alternatif transportasi dari Surabaya ke Madura," ujarnya.

Menurut Bambang, dalam satu hingga tiga bulan setelah Jembatan Suramadu beroperasi, armada feri Ujung-Kamal akan tetap dipertahankan. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi untuk menetapkan berapa jumlah armada feri penyeberangan Ujung-Kamal yang akan dipertahankan.

"Meski jarak tempuh ke Suramadu dan ke Kamal, Bangkalan terpaut sekitar 30 kilometer, tetapi banyak orang pasti ingin mencoba melewati Jembatan Suramadu pada bulan-bulan awal pengoperasian. Sekitar satu hingga tiga bulan ke depan baru akan terlihat berapa jumlah masyarakat yang benar-benar memanfaatkan," jelas Bambang.

Gapasdap juga menerima tawaran pemerintah terkait pengoperasian kapal feri wisata di sekitar Suramadu. Namun, hingga kini belum ditentukan berapa jumlah kapal feri yang akan dioperasikan.

Tunjang subsidi

Bambang mengungkapkan, jika tarif tol di lintasan Suramadu lebih murah daripada tarif penyeberangan feri, maka operator kapal juga akan menurunkan tarif penyeberangan. Namun, mereka mengharapkan pemerintah memberika n subsidi untuk menyokong besaran penurunan tarif tersebut.

"Biaya penyeberangan melalui Suramadu bisa murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah. Karena itu kami juga mengharapkan ada subsidi untuk operator feri," ujarnya.

Untuk mengantisipasi pen urunan jumlah feri yang beroperasi setelah Suramadu beroperasi, pemerintah telah menyiapkan 11 lintasan penyeberangan baru. Beberapa lintasan yang tersedia, antara lain Batulicin-Tanjung Serdang di Kalimantan Selatan, Balikpapan-Mamuju, dan Baubau-Waara d i Sulawesi Tenggara.

"Di beberapa lintas ini, ada rekomendasi dari pemerintah untuk kapal-kapal yang terkena kebijakan baru setelah pengelolaan Suramadu," kata Bambang.

Bagi Bambang, perhatian pemerintah terhadap nasib penyeberangan Ujung-Kamal penting. Masalahnya, ada sekitar 8.000 masyarakat yang bergantung pada usaha ini, mulai dari karyawan, pedagang, sopir, dan sebagainya.

Peningkatan pelayanan

Sementara itu, hal berbeda diungkapkan Asisten II Ekonomi dan Pe mbangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Chairul Djaelani. Menurutnya, pemerintah provinsi hanya bisa memberikan subsidi dalam bentuk sarana peningkatan layanan dan bukan subsidi finansial.

Pemprov siap memberikan subsidi tapi berupa peningkatan layanan, seperti perbaikan dermaga, fasilitas pelabuhan, dan sebagainya. Selama ini pemprov tak pernah memberikan subsidi langsung dalam bentuk uang. "Kalaupun ada itu dari pemerintah pusat berupa public service obligation," jelas Chairul.


|

  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.