GRAMMY AWARDS 2011
Perancis akan Hukum Keluarga Pembajak
Selasa, 4 November 2008 | 10:13 WIB
ONE GALERI SENI RUPA
TERKAIT:

JAKARTA, SELASA – Bukan main gebrakan Perancis! Senat negara parfum ini baru saja mengajukan undang-undang yang tidak memperkenankan keluarga dari para pembajak file – musik, film, video game - untuk mengakses Internet broadband selama satu tahun. Langkah ini menjadikan Perancis sebagai negara pertama yang mengeluarkan undang-undang anti-pembajakan terhadap para pengguna.

Sistem tersebut menganut pola “dua SP (surat peringatan)”. Anda akan mendapatkan dua surat peringatan sebelum ISP Anda secara hukum diberi hak untuk memutuskan koneksi Internet Anda. Peringatan pertama dikirimkan melalui e-mail. Peringatan kedua dikirim via surat pos, alias snail mail, untuk mengantisipasi e-mail diblokir oleh spam filter yang Anda pasang.

Beberapa bulan sebelumnya, parlemen Eropa menyebut denial of net access sebagai pelanggaran hak sipil dan hak asasi manusia. Namun rupanya presiden Sarkozy dan banyak orang lain tidak setuju dengan pendapat tersebut.

Undang-undang ini memang belum berlaku, karena masih harus disetujui oleh lembaga legislatif Perancis. Namun senat sudah meloloskannya. Yang lucu, sayap kiri (komunis) abstain dan satu pendukung sayap kanan menentang undang-undang tersebut, dengan alasan menghalangi akses ke Internet tidak adil karena layanan tersebut seringkali disertakan dalam paket TV, telepon, dan layanan lain.


|

  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.