KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop Urban Serpong

Sponsored By:

JALAN-JALAN
Si Perkasa di Citarum
| Sabtu, 30 April 2011 | 03:55 WIB
|
Share:

Dari para penjaga Bendungan Jatiluhur ataupun hasil berselancar di dunia maya, terbuka wawasan tentang bangunan yang berjasa sebagai fasilitas penting pembangkit listrik, pengairan persawahan, perikanan, wisata, dan sumber air baku air minum. Jatiluhur merupakan bendungan terbesar di Indonesia yang dibangun untuk memanfaatkan potensi aliran Sungai Citarum di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Bendungan ini dibangun mulai tahun 1957 dan baru dioperasikan tahun 1967. Bendungan utama Ir H Djuanda, yang lebih dikenal sebagai Bendungan Jatiluhur, membentang sepanjang 1.200 meter dan tinggi menara 114,5 meter. Ada pintu air berbentuk tabung dengan mulut melingkar.

Sebuah jembatan dari besi yang menghubungkan dinding bendungan dengan pintu air memungkinkan pengunjung untuk melihat langsung ke dalam pintu air. Mengerikan, sekaligus takjub melihat dasar pintu air yang begitu dalam dengan aliran air yang deras merangsek masuk.

”Waktu banjir besar Maret tahun lalu, permukaan waduk ini mungkin dua kali lipat tinggi air sekarang sehingga pintu air dibuka dan ada penggelontoran air,” ujar salah satu penjaga keamanan di dekat pintu air saat ditemui pekan lalu.

Sejarahnya, Jatiluhur dibuat menyerupai gaya bendungan yang terbesar di dunia, yaitu Bendungan Aswan di Mesir. Bagian-bagian dari bangunan ini juga menjadi simbol penting bagi Indonesia. Pompa hidrolik untuk saluran Tarum Barat, misalnya, berjumlah 17 buah, pilar pemegang pintu pengatur untuk meneruskan aliran ke daerah Walahar beserta menaranya berjumlah 8 buah, dan angka 45 ditunjukkan pada kemiringan 45 derajat pompa-pompa listrik untuk saluran Tarum Timur dengan tujuan agar lebih efisien dan efektif. Angka-angka itu adalah representasi dari hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Luas keselurahan bendungan 8.300 hektar dengan potensi ketersediaan air 12,9 miliar meter kubik per tahun. Jatiluhur mampu mengairi 242.000 hektar sawah dan berperan penting sebagai penyedia air baku air minum, budidaya perikanan, dan pengendali banjir.

Sebagai pembangkit listrik, di Bendungan Jatiluhur terpasang enam turbin, dengan daya terpasang 187 megawatt, yang menghasilkan tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kilowatt per jam setiap tahun yang dikelola PT PLN (Persero). (NEL)

 
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.