


Alam semesta universe mengalami percepatan yang artinya terus mengembang sehingga jarak antara galaksi-galaksi semakin menjauh.
Yang jelas, batas yang terdeteksi oleh manusia melalui cahaya yang ditangkap adalah sekitar 14 miliar tahun yang silam.
Untuk memajukan astronomi di Indonesia, hal yang paling mendasar adalah adanya minat besar pada astronomi yang disertai minat untuk meneliti.
Jika kita melihat sebuah bintang di langit yang jaraknya 1 juta tahun cahaya, berarti yang kita lihat adalah sinar 1 juta tahun yang lalu.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa Betelgeuse akan meledak pada tahun 2012 dan akan menjadi supernova. Kalaupun meledak efeknya tidak langsung.
Black hole atau lubang hitam tidak bisa terjadi atau muncul di bumi, dan juga tidak bisa muncul di tata surya kita.
Menurut sumber pengamatan resmi Near Earth Object Program NASA tidak ada asteroid berisiko yang akan menghantam Bumi dalam waktu dekat.
Keberadaan UFO belum dapat dipastikan secara ilmiah. Yang saat ini dapat dipastikan adalah adanya kemungkinan besar kehidupan di luar Bumi.
Crop circle bisa terjadi oleh fenomena alam biasa seperti angin, turbulensi udara, atau buatan manusia untuk menarik perhatian, misalnya reklame.
Mungkin dalam kurun waktu kurang dari 10-15 tahun, kita bisa menemukan planet batuan yang serupa Bumi di sistem tata surya kita.
Karena keterkaitan erat riset planet ekstrasurya dengan astrobiologi, banyak sekali manfaat untuk kelangsungan hidup umat manusia.
Sistem tata surya di bintang Gliese 581 memang memiliki planet batuan yang mirip tata surya kita. Namun, tak berarti langsung ada kehidupan.
Sekitar 23 persen kemungkinan adanya planet yang serupa dengan Bumi dan jika mengandung unsur-unsur tertentu mungkin ada kehidupan di sana.
Dengan meneliti pembentukan planet-planet di luar tata surya, kita bisa memperkirakan bagaimana Bumi terbentuk dan mungkin kehidupan.
Sangat sulit tapi bukan mustahil. Yang jelas, untuk bisa melakukannya harus belajar fisika dan ilmu astronomi yang digabungkan menjadi astrofisika
